25/06/12

Humor Sore


humor sore





Pada suatu hari, seorang dokter spesialis
jantung meninggal dunia. Untuk mengenang jasa-jasanya, para koleganya sepakat
untuk membuatkan sebuah peti mati berbentuk jantung. Acara penguburanpun
berjalan dengan khidmat. Satu bulan kemudian, seorang dokter penyakit spesialis
mata juga


meninggal dunia. Seperti yang sudah-sudah,
para koleganya di dalam mengenang jasa-jasanya bersepakat untuk membuatkan peti
mati berbentuk mata. Acara penguburanpun berjalan dengan khidmat. Setelah
selesai, para pengantar kembali pulang, hanya tinggal satu orang saja yang
masih merenung sendirian di pinggir makam. Salah seorang dokter yang lain
melihatnya dan segera menghampirinya.


"Sudahlah, yang berlalu biarlah berlalu.
Tidak usah engkau pikirkan,"


kata si dokter. Karena si dokter ini tahu
kalau dia adalah kawan dekat


si almarhum selama masa kuliah dulu.


"Saya tidak tahu apa yang harus saya
katakan kepadamu," jawab si dokter spesialis penyakit kelamin sambil
berlalu.





=====================================================





"Joko, bangun, nak, sudah siang....",
Ibu membangunkan. Dari dalam kamar yang terkunci, "nggak mau , Bu !",
Joko menyahut.


"Kenapa, sudah waktunya kamu berangkat ke
sekolah !"


"Aku nggak mau ke sekolah, Bu !"


"Kenapa, Nak ?"


"Anak-anak selalu mengata-ngatai aku
!", Joko merengek.


"Guru-guru juga suka menjelek-jelekkanku
!"


"Tapi..."


"Pokoknya aku nggak mau ke sekolah
!"


"Joko, kamu harus berangkat ! Kamu khan
sudah mulai tua !"


"Nggak mau...!"


"Ayo, Joko. Ingat kamu sudah 40 tahun
!"


"Lagipula, kamu adalah KEPALA SEKOLAH,
Joko !"