03/07/12

7 Bandara Paling Dibenci di Dunia


Ada suatu bentuk kebencian khusus untuk sebuah bandara yang memaksa Anda
untuk mengangkat sepatu Anda, menunggu dalam antrean, dan berlari dengan panik
ke gerbang serta pembatalkan penerbangan Anda.






Tapi perlu dijelaskan, Bandara yang paling dibenci di dunia bukan
berarti bandara yang terburuk di dunia. Punya cerita sendiri tentang bandara
yang paling anda benci? Tinggalkan komentar di bawah artikel ini.





Inilah 7 Bandara yang sepertinya sangat dibenci oleh para
pengguna jasa transportasi pesawat udara.





1. Bandara Paris-Charles de Gaulle, Paris, Prancis





DuniaQ Duniamu





Bagi banyak penumpang, bandara ini sudah bertahun-tahun dijuluki bandara
yang paling dibenci di dunia.





Tidak sedikit penumpang yang mengeluhkan: toilet yang kotor (termasuk
alas kursi toilet yang tidak tersedia di hampir seluruh toilet). Mesin scanner
tiket yang sering error atau tidak berfungsi, panduan petunjuk jalan untuk
penumpang yang tidak jelas, monitor informasi keberangkatan yang sering mati.
Penumpang berdiri dalam antrian yang tidak berujung. Petugas-petugas
bandara yang sombong dan sering merendahkan penumpang.





“Jika Anda transit atau terbang dari bandara ini anda seolah berada
dalam tahanan polisi,” kata seorang tamu asing yang memberikan pendapatnya,
setelah beberapa jam dalam proses pemeriksaan.








2. Bandara Internasional Los Angeles, Los Angeles, Amerika Serikat





DuniaQ Duniamu





Meskipun tidak terlalu besar, di bandara ini setiap harinya mendarat dan
terbang 1700-pesawat. Bandara kecil berbentuk donat ini memiliki delapan
terminal yang terhubung oleh kemacetan lalu lintas kota yang luar biasa padat.





Bagi banyak penumpang asing, transit di bandara ini tidak ubahnya
seperti “jogging ditemani aroma knalpot mobil.” Selamat ber-jogging di Los
Angeles!








3. Bandara London Heathrow, London, Inggris





DuniaQ Duniamu





Lelucon penumpang yang
sempat mampir ke bandara London Heathrow: “diperlukan waktu lebih lama
untuk keluar dari bandara Heathrow ketimbang penerbangan dari Madrid ke
London.”





Bandara ini tidak sanggup berurusan dengan begitu banyak calon
penumpang. Rencana pembangunan terminal ke-6 lebih merupakan ancaman daripada
pemecahan masalah. Situasi di tempat parkir merupakan satu-satunya yang diberi
nilai oleh penumpang dengan nilai “cukup”.





Segel kopor yang sering rusak, antrian pemeriksaan keamanan yang penuh dan
tidak teratasi, pengumuman “panggilan terakhir untuk penumpang pada
penerbangan…” yang nyaris tidak berhenti dan mengganggu saraf, ditambah situasi
penumpang yang berlari-lari mengejar waktu boarding, merupakan deretan nilai
merah dari para penumpang.








4. Bandara Toncontin Internasional, Tegucigalpa, Honduras





DuniaQ Duniamu





Umumnya, bagi sebagian besar calon penumpang, bandara yang buruk diukur
dari: kotornya bandara, petugas bandara yang kasar, proses keberangkatan dan
kedatangan yang panjang.





Pernahkah Anda membayangkan, pesawat yang Anda tumpangi harus
mendarat pada landasan yang curam? Jika belum, sempatkan untuk mampir ke
bandara Toncontin!





Dikeliling pegunungan yang terjal, yang terletak 957 meter di atas
permukaan laut, landasan pada bandara Toncontin terbilang sangat curam dan
bergelombang. Landasan di bandara ini berbentuk seperti mangkuk yang terletak
di sebuah lembah.





History Channel pernah menyebut bandara ini sebagai bandara paling
berbahaya kedua di dunia (setelah bandara Tenzing-Hillary di Himalaya).








5. Bandara Internasional Ninoy Aquino, Manila, Filipina





DuniaQ Duniamu





Di mata penumpang pada tahun sebelumnya, bandara ias yang
“terang-terangan” disegel ulang untuk dijual kembali di toko-toko, lift yang
rusak, sampai biaya cukai yang bisa naik-turun sesuai selera petugas.








6. Bandara Internasional Jomo Kenyatta, Nairobi, Kenya





DuniaQ Duniamu





Seorang calon penumpang menulis: “Untuk ukuran Afrika bandara ini memang
tidak terlalu buruk, tetapi ukuran internasional, merupakan salah satu yang
terburuk .”





Meskipun semenjak 2005 sudah diperluas dan dimodernisasi, sampai menelan
biaya 100 juta dolar AS, Bandara ini masih sangat sempit. Belum lagi antrian
panjang di gerbang check-in penumpang, tempat duduk yang tidak mencukupi,
listrik yang sering padam, kamar mandi yang sangat kecil (yang hanya bisa
ditemukan setelah perjuangan naik turun beberapa lantai), Duty-Free-Shops yang
terbilang kumuh sampai restoran yang kelewat mahal.








7. Bandara Internasional John F. Kennedy, New York, Amerika Serikat





DuniaQ Duniamu





Dengan umur terminal yang rata-rata 50-tahun-an, bandara John F. Kennedy
harus bertahan dengan catatan hitam dari penumpang: bandara dengan petugas yang
paling tidak ramah. Ketidak-ramahan petugas sering membuat penumpang salah
informasi. Belum lagi fasilitas taksi di bandara yang begitu terbatas.