25/06/12

8 Tips Penting saat Liburan ke Mesir


DuniaQ Duniamu





Menawarkan keindahan Piramida, Sphinx dan bangunan peradaban kuno
lainnya, Mesir menjadi perhatian wisatawan dunia. Mau berpelesiran ke Mesir?
Perhatikan dulu 8 kiat penting ini!





Negara di timur laut Afrika ini menjadi salah satu destinasi wisata
populer. Di negara ini wisatawan akan diajak untuk menengok tempat-tempat yang
memiliki nilai sejarah dan arsitektur mengagumkan.





Namun, perbedaan cuaca, waktu, makanan, dan transportasi menjadi
permasalahan umum saat melakukan perjalanan ke luar negeri, tidak terkecuali
Mesir. Berikut 8 hal penting yang disusun d'Traveler saat berlibur ke
Mesir
:





1. Perhatikan iklim





Iklim menjadi perhatian yang sangat penting. Anda
pun harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat teliti. Mulai dari obat-obatan,
pakaian, dan perbekalan lainnya.





Curah hujan hanya empat kali dalam setahun, jadi untuk kelembaban udara
di negara ini nyaris tidak ada, alias kering. Iklim seperti ini membuat
wisatawan khususnya dari Indonesia harus mempersiapkannya dengan lengkap.





Jangan lupa bawa pelembab supaya kulit Anda bisa menahan iklim kering di
Mesir. Lip gloss juga harus masuk dalam bawaan Anda.





2. Datang di musim yang tepat





Memilih musim untuk liburan di Mesir juga sangat
diperlukan. Hal ini bertujuan agar liburan Anda tidak terganggu dan nyaman di
Mesir. Ada 4 musim yang berlaku di Mesir, yaitu musim dingin, musim semi, musim
panas, dan musim gugur.





Musim panas di Mesir mencapai puncaknya pada bulan Juni sampai
September. Suhu udara saat musim panas bisa mencapai 45 derajat celcius, itu
hanya di dataran biasa. Beda dengan di gurun yang panasnya bisa mencapai 50
derajat celcius.





Lain lagi bila musim dingin, di Mesir biasanya akan mulai pada bulan
Oktober dan berakhir bulan Februari. Suhu udara pada musim dingin berkisar
antara 7-18 derajat Celcius.





Bulan Maret-Mei bisa jadi merupakan waktu paling pas untuk Anda berlibur
ke Mesir. Ya, karena pada bulan-bulan tersebut Mesir sudah memasuki musim semi.





Sebenarnya, musim semi di Mesir hampir sama dengan suhu udara di
Indonesia. Udara di sana terasa sejuk meski cenderung kering dan tidak lembab.
Saat musim semi, suhu udara berkisar antara 20-30 derajat celcius.





Jadi, bila Anda berencana traveling ke Mesir ada baiknya mengambil musim
dingin atau musim semi. Karena saat musim panas, matahari sangat tidak
bersahabat dengan kulit wisatawan Indonesia. Beda dengan turis Eropa yang lebih
suka mengisi liburan saat musim panas.





3. Adaptasi dengan makanan





Anda termasuk traveler yang tidak cukup mudah menyesuaikan diri dengan
makanan daerah tujuan wisata? Tidak perlu khawatir, Anda bisa mempersiapkannya
sebelum keberangkatan.





Makanan di Mesir identik dengan roti-rotian dan bumbunya yang kurang
familiar di lidah wisatawan Indonesia. Akan tetapi, tidak ada salahnya bila
Anda memberanikan diri mencoba makanan khas Mesir, seperti Tho'miyah dengan
roti Isyh.





Kalau sudah sekali mencoba makanan ini, dijamin perut Anda akan
kenyang seharian meski hanya menyantap 3 porsi. Untuk urusan harga, Tho'miyah
dan roti Isyh hanya sekitar 3 Pound atau sekitar Rp 4.700 saja. Dengan harga
yang murah ini, Anda sudah bisa mendapatkan menu sehat penuh gizi.





Bisa juga Anda mencicipi nasi mandi, makanan khas Yaman dengan
lauk ayam atau daging kambing. Karena rasanya mirip dengan nasi uduk, jadi
cukup bisa beradaptasi dengan lidah Indonesia. Satu porsi nasi mandi
menggunakan setengah potong ayam dengan harga sekitar 20 Pound atau Rp 32.000,
kalau pakai daging agak sedikit mahal, sekitar 40 Pound atau Rp 63.000 per
porsi.





4. Cari restoran Indonesia





Tetap tidak bisa beradaptasi dengan makanan Mesir? Tidak perlu
khawatir, Anda bisa mencari restoran Indonesia yang ada di Mesir. Anda
bisa mencoba jalan-jalan ke Kota Kairo.





Di Mesir terutama Kairo, Anda bisa menemukan banyak warung-warung yang
menjual makanan khas Indonesia. Mau soto Kudus, soto Betawi, masakan ala warung
Padang, bakso, mie ayam, tempe, ayam penyet, dan kuliner Indonesia lainnya ada
di ibukota Mesir ini.





Untuk mempermudah perjalanan Anda, warung-warung Indonesia berada di
kawasan Hay Asyir (Distrik 10), Kairo. Di kawasan inilah biasanya warga negara
Indonesia terutama mahasiswa Indonesia banyak bermukim.





Kalau mau yang lebih mudah lagi, Anda bisa mengonsumsi mie instant. Anda
tidak perlu repot-repot membawa dari Indonesia. Di Mesir sudah ada Baqala atau
supermarket yang menjual dari mi kuah dan mi goreng dengan harga 1,5 Pound atau
Rp 2.400.





5. Memilih transportasi





Jangan khawatir soal transportasi, ada banyak moda transportasi
terutama di Kairo. Di negara ini terdapat transportasi taksi, metro, dan bus.





Taksi di Mesir tidak terlalu mahal, walaupun terkadang ada supir taksi
yang "nakal" memainkan argo. Angka kejahatan dengan taksi di Kairo
cukup marak setelah revolusi awal tahun 2011 lalu. Jadi, wisatawan harus
selektif memilih taksi agar terhindar dari kejahatan.





Metro merupakan moda transportasi paling populer bagi masyarakat Kairo.
Mirip KRL di Jakarta dan harga tiketnya hanya 1 Pound atau Rp 1.600. Ketepatan
waktu Metro cukup bisa diandalkan.





Namun, jangan bepergian sendiri tanpa pendamping atau tour guide jika
menggunakan metro. Jangan samakan Metro di Kairo dengan Subway di Singapura,
Kuala Lumpur, Istanbul atau negara-negara maju lainnya yang sistemnya
terintegrasi dengan baik, sehingga wisatawan yang baru berkunjung pun dijamin
tidak akan tersesat.





Anda juga bisa memilih bus, angkutan umum yang paling membingungkan
karena rutenya yang cukup rumit.





6. Sewa mobil dengan orang Indonesia





Sudah mencoba ketiga transportasi tersebut, ada satu lagi yang
dijamin lebih aman dan nyaman, yaitu Rent Car atau penyewaan mobil





Jika Anda menginap di kawasan Hay Asyir, tanyakan pada mahasiswa yang
tinggal di sana tempat penyewaan mobil, sekaligus meminta mereka untuk menjadi
guide perjalanan Anda. Untuk penyewaan mobil rata-rata dikenakan harga 300
Pound atau sekitar Rp 470.000 per hari.





7. Cari penginapan di lingkungan orang Indonesia





Bila ingin menginap, sebaiknya Anda memilih kawasan Hay Asyir. Di sini
Anda bisa menginap di hotel atau wisma yang dikelola oleh mahasiswa Indonesia.
Apalagi, bila mereka tahu Anda wisatawan dari Indonesia bisa mendapat sewa
dengan harga yang relatif murah.





8. Perbedaan Waktu





Perbedaan waktu antar negara juga akan menimbulkan masalah.
Begitupun dengan Mesir dan Indonesia yang memiliki selisih waktu 5 jam. Bila
tidak punya banyak waktu lama mengelilingi di Mesir maka usahakan Anda bisa
istirahat dan tidur yang cukup di dalam pesawat. Sekitar 11 jam penerbangan
akan membantu peristirahatan Anda. Jangan sampai selama liburan di Mesir, jetlag
menjadi masalah dan mengganggu jadwal liburan Anda.